5 cm, sebuah novel tenang persahabatan, cinta, dan kehidupan

5 cm, sebuah novel tentang persahabatan, cinta, dan kehidupan.

Lima sahabat telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Kegemaran mereka adalah mengeksekusi hal-hal yang tidak mungkin dan mencoba segala hal, mulai dari kafe paling terkenal di Jakarta, sampai nonton layar tancap. Semuanya penggemar film, dari film Hollywood sampai film yang nggak jelas-kecuali film India karena mereka punya prinsip bahwa semua persoalan di dunia atau masalah pasti ada jalan keluarnya, tapi bukan dalam bentuk joget.

Suatu saat, karena terdorong oleh rasa bosan di antara satu dan yang lain, mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah itulah telah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya.

Potongan sinopsis (sinopsis aslinya lebih panjang lagi) yang ada di back cover 5 cm, sebuah novel tentang persahabatan, cinta, dan kehidupan. Di dalamnya juga terselip tema nasionalisme dan patriotisme.

Jujur aja, waktu pertama kali liat novel ini di Gramedia, gue langsung tertarik. Soalnya covernya yang paling beda sendiri dari novel-novel laen di sekitarnya. Warna item dominan terus ada tulisan “5 cm” warna putih ga gitu gede, logo best seller di pojok kiri atas, logo penerbit di pojok kanan atas dan nama pengarang di bawah tengah. Background-nya ada tulisan-tulisan yang ampir ga kliatan yang dibuat relief.

Pas liat sinopsis novelnya juga gue tertarik. Gue suka tentang cerita yang temanya persahabatan. Kayanya sebuah novel yang bakal masuk kategori favorit gue. Tapi, ada tapinya. Ini jenis barang yang buat gue sulit buat ditentuin nilainya. Mau dibilang suka ya ga juga. Mau dibilang ga suka ya suka juga. Setengah-setengah. Tapi ga rela juga dibilang 50-50.

Sinopsisnya bener-bener merangkum keseluruhan cerita. Apa yang bakalan kita baca juga bakalan tergambar kalo baca 4 paragraf di back cover 5 cm. Paling-paling yang perlu ditambahin cuma apa yang terjadi setelah 3 bulan itu. Sedikit spoiler, mereka akan melakukan sebuah perjalanan penuh kejutan.

Tokoh-tokoh

Ada 5 tokoh utama yang berada dalam lingkaran sahabat seperti yang ditulis sinopsis. Ada Arial yang sering dijuluki ‘Rambo‘ atau ‘Hercules‘ atau julukan macho lainnya. Cowok yang penampilannya paling oke di antara teman-temannya. Arial ini orang yang paling taat aturan diantara mereka berlima. Saking taatnya sampe kelihatan komikal. Dia berhenti merokok gara-gara banyak tempat yang dipasangin larangan “Dilarang Merokok“. Dan karena dia orang yang taat aturan, larangan-larangan ini bikin stress sampe akhirnya dia berhenti merokok. Si ‘rambo‘ ini kalo lagi ngomong sama orang juga suka datar. Terutama kalo sama orang di luar keluarga dan sahabatnya. Cuma ngomong satu dua patah kata. Kadang-kadang bikin males sendiri ngomong sama cowok yang satu ini. Di mana lagi ada orang yang ngomong “Halo selamat sore… kediaman Bapak Arianto dan Ibu Arini, Arial, dan Dinda. Ada yang bisa saya bantu ?“, pas angkat telepon. Oh yea, Dinda itu adiknya Arial.

Riani, satu-satunya cewek di kelompok lima sekawan ini. Berkacamata, cantik, cerdas, punya ambisi jadi kerja di stasiun TV. Cerewet, ga mau kalah, bawa organizer ke mana-mana, dan masih jomblo.

Zafran, cowok kurus vokalis band. Orangnya agak-agak ‘gila’ dan suka bikin puisi. Penyair yang satu ini kuliah jurusan Desain. Idealis, suka sama band yang nama band dan vokalisnya keren. Paling ‘ga waras’ di antara yang lainnya. Apa adanya, suka loncat-loncat kalo lagi seneng dan temen-temennya ga keburu megangin. Agak-agak narsis, sok keren dan punya bakat jadi orang terkenal.

Ian, cowok paling badannya paling subur di antara mereka. Gila bola, pecinta Manchester United dan suka main game walaupun cuma yang berhubungan ama sepak bola. Paling banyak hartanya kalo diukur dari film-film pr0n yang dia punya. Mungkin juga gara-gara itu otaknya jadi terganggu soalnya sering ngomong ama komputer sendiri. Botak plontos tapi sering keramas. “You can put it anywhere…” jadi quote favorit-nya di film Emanuelle (moga-moga pada tau Emanuelle itu film apa). Jago nyanyi, main gitar dan seneng fotografi. Akhirnya lulus kuliah walaupun molor. Dosen pembimbing skripsinya punya nama unik : Sukonto Legowo. Yang selalu diberi peringatan : bacanya jangan disambung.

Genta, cowok yang selalu mentingin orang lain daripada dirinya sendiri. Punya karakteristik seorang pemimpin. Sebenernya berkacamata, tapi jarang dipake. Termasuk jack of all trade soalnya tau tentang segala hal. Hal itu yang bikin tiap orang di lingkaran sahabat ini merasa nyaman berada di deket Genta. Punya usaha event organizer yang tampaknya cukup sukses. Usahanya juga sering ngelibatin temen-temennya. Sayangnya punya pengalaman buruk yang cuma diketahuin sama Arial.

Terus ada 2 orang cewek dan 1 bapak-bapak yang jadi pemeran pembantu. Dinda, Indy sama Sukonto Legowo (inget, bacanya jangan disambung). Dinda itu adiknya Arial. Versi cewek dari Arial. Cantik, dan ditaksir sama Zafran. Terus ada Indy, cewek yang ketemu Arial pas fitness. Cantik juga, naksir sama Arial tapi agak-agak ragu soalnya Arial kalo ngomong sering pelit kata. Sukonto Legowo itu seperti yang udah gue tulis di deskripsi Ian, dosen pembimbing skripsi yang kalo ngomong sama Ian (khusus cuma sama Ian) selalu ada jeda tiap katanya.

Dari 5 tokoh utama, cuma Arial dan Ian yang terlihat perkembangan pribadinya. Dari 5 tokoh utama, cuma Riani yang paling ga berbekas di kepala gue. Kedua yang paling ga berbekas itu Genta. Entahlah, Arial, Ian dan Zafran punya banyak keunikan (yang kadang-kadang komikal. Tapi itu yang membuat mereka punya karakteristik) diantara mereka berlima. Genta terlalu sedikit apalagi Riani.

Yang diceritain panjang lebar cuma Arial sama Ian. Dan dari 2 itu, yang menurut gue menarik cuma Ian. Ian dengan perjuangannya membuat skripsi, Ian yang jadi kenal lebih dengan dosennya, Ian yang akhirnya ketauan agak-agak gila karena suka ngomong sama komputernya. Sedangkan Arial ? Ceritanya tentang cinta. Datar menurut gue. Maaf saja jika gue bukan penggemar cerita cinta romantis.

Dari 3 pemeran pembantu, Dinda pengen gue tanyain keberadaannya. Soalnya bisa ikut-ikut perjalanan lima sekawan setelah ga ketemu 3 bulan itu. Jadi aneh soalnya yang punya janji untuk vakum 3 bulan terus ketemu lagi buat melakukan sesuatu yang berkesan kan cuma 5 orang. Kenapa juga bisa ada Dinda segala. Cuma buat nemenin Riani ? Penyemangat Zafran ? Buat gue, ini rada maksa.

Indy sama bapak Sukonto Legowo itu menurut gue yang paling punya arti. Masing-masing memutar roda perkembangan karakter Arial dan Ian. Cuma si bapak dosen aja yang punya karakteristik jelas dan unik. Indy terlalu biasa. Cewek cantik generik buat gue.

Cerita

Soal cerita juga gue bingung mau bilang suka atau ga. Awalnya begitu menarik, tapi akhirnya terlalu….. aneh. Ide tentang perjalanan mereka juga gue ga begitu suka. Oke, penggambaran tentang perjalanan mereka memang begitu menarik. Bagai masuk ke alam fantasi yang terputus dari dunia nyata. Tapi apa yang mereka lakukan di sana yang buat gue terlalu….. klise ? Bagian-bagian akhirnya buat gue juga terlalu aneh dan (sekali lagi) klise. Mengejutkan memang, tapi kali ini buat gue bukan sesuatu yang positif. Untungnya cerita sebelum itu lebih mengalir, apa adanya, lebih real. Inti ceritanya pun gue suka.

Dialog-dialognya akan juga jadi menarik jika saja ga terlalu penuh sama referensi lagu dan film. Buat orang yang ga terlalu tau tentang semua itu jadi agak males bacanya. Novel ini juga penuh dengan tulisan lirik lagu. Sekali lagi, terlalu banyak lirik lagu, dialog yang menyangkut lagu dan quote-quote dari film. Semua ini membuat 5 cm jadi ga universal. Ok, pengarangnya memang movie-bug. Tapi kan yang baca belum tentu. Pengarangnya mungkin punya pengetahuan musik dari jaman adam dan hawa sampe jaman sekarang. Tapi kan yang baca belum tentu. Kadang-kadang ceritanya juga terlalu cengeng. Kebanyakan adegan sok melankolis.

So ?

Kaya yang gue bilang di depan, gue ga bisa bilang suka atau ga sama novel ini. Pengen bilang suka tapi hati nolak. Pengen bilang ga suka, tapi gue suka juga.

Sayang pengembangan tokohnya ga penuh dan kadang-kadang cuma jadi tempelan. Terlalu banyak lirik lagu plus referensi musik dan film di novel ini. Banyak adegan sok melankolis yang malah jadi cengeng. Satu-satunya yang gue suka dengan sepenuh hati cuma covernya.

Sayang sekali. Soalnya gue sangat tertarik dengan tema persahabatan.

Baca dan nilai sendiri.

About these ads

Tag: , , ,

7 Tanggapan to “5 cm, sebuah novel tenang persahabatan, cinta, dan kehidupan”

  1. rahmat Ady Purnama Says:

    dhonny….5 cm mnjadi bacaan wajib kelas Q waktu SMA Q dulu…….keren luuuu….1 kelas ne g baca nopelmu ntuh,,kaya makan tanpa cebok….salut buat elu….

  2. joko prayitno Says:

    kenapa g dibikin film 5cm j bang dhonny dhirgantoro?

  3. joko prayitno Says:

    menggantung dan mengambang

  4. laras Says:

    ka donny , klo bikin film nya , aku mau duduk di jajaran paling depan dan nonton di hari pertama launch ny .. aku suka banget sama buku kk .. udah ngerubah pola fikir aku dalam melangkah .. makasih kk , mksh 5 cm .. makasih tuhan ..

  5. yesica Says:

    wah .. bagus bgt critanya, Q cuka
    ada novel lain ega yang dibikin?? ..
    satu novel aj bagus ko, aplagi yang lain ?!?
    mgkin mau bikin jdulnya 5 km
    he …

  6. dewi Says:

    nahhh skrg mau louncg filmya tuhh cming soon kawan 12-12-12 . . . ..

  7. khofhifah mhega phutri Says:

    wahh bagus banget ceritanya,jadi pengen liat filmnya,,hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: